Arah Musim adalah buku ke-5 karya Kurniawan Gunadi setelah Hujan Matahari, Lautan Langit, Menentukan Arah, Bertumbuh, dan Never Ending Hijrah (kolaborasi). Arah Musim berisi kumpulan cerita.rnrnBuku yang berkisah tentang banyak sudut pandang dalam hidup. Menampilkan banyak cuplikan adegan kehidupan yang jarang dimaknai. Melihat lebih dalam memalui perasaan-perasaan manusia. Melihat lebih jauh m…
Kita bersama seolah kita sedang menghitung mundur waktu perpisahan kita sendiri. Tidak selamanya pertemuan itu untuk menyatukan, terkadang pertemuan juga harus memisahkan. Biarlah bila esok kita akan bahagia bersama orang yang berbeda. Tetapi ingatlah satu hal sebagai kenangan kita berdua, kita pernah berpegang tangan, kita pernah tertawa, kita pernah marah, kita pernah mendekap, dan kita meman…
Enak, ya, jadi Kak Dori, hidupnya bahagia terus.”rn“Aku pengin jadi Kak Dori bisa tinggal di Jepang.”rn“Kak Dori, mah, kaya, bisa beli apa aja. Lha, aku?!”rnrnNggak sedikit yang komen begini ke gue. Banyak yang mengira hidup gue bahagia terus, nggak pernah sedih. Makan enak terus, sering jalan-jalan, punya uang banyak. Padahal, untuk bisa seperti sekarang gue melewati banyak hal yang …
Senja kala.rnSetiap orang punya perasaan yang berbeda tentang gurat merah yang menghiasi langit senja itu. Ada yang menganggapnya indah,tenang, bahkan romantis—seperti yang sekarang kian populer disajakkan para penyair.rnrnNamun, bagiku, Peter, Hans, Hendrick, William, dan Janshen, saat itu artinya tidak boleh ke mana-mana. Kami akan berada di kamar dan aku bercerita tentang hal mengerikan ap…
Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan?rnrnKatamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.rnrnApakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun …
“Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya.”rnrnPercayalah pada kalimat bijak itu.rnHanya itu yang perlu dilakukan.rnSisanya, biarlah waktu yang menyelesaikan bagiannya.rnMaka, kau akan mendapatkan hadiah terindah atas cinta sejatimu.rnPercayalah!rnrnIni adalah kisah tentang Jim, dari Kisah Sang Penandai, yang terpilih untuk mengguratkan…
Inilah hari dengan kesedihan tak berkesudahan.rnBatinku meraung-raung meratapi ketidakberdayaan.rnKami bukan orang asing bagi rasa lapar...rnMata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging-denging...rnSungguh, aku butuh tidur, sejenak pun bolehlah.rnTetapi, aku tahu tidak akan bisa tertidur dengan mudah.rnrn***rnrnKehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Bag…