SLEMAN – Ada cara unik yang dilakukan siswa-siswi MTsN 5 Sleman dalam memaknai Hari Pos Sedunia tahun ini. Melalui kegiatan Kelas Literasi yang berlangsung di Perpustakaan Miftahul Ilmi selama bulan Oktober hingga November, mereka diajak untuk menghidupkan kembali budaya menulis surat manual yang kini mulai langka.
Kegiatan ini dibuka dengan edukasi mengenai pentingnya layanan pos global yang diperingati setiap tanggal 9 Oktober. Mengambil semangat Universal Postal Union (UPU), para siswa diajak memahami bahwa surat bukan sekadar kertas, melainkan jembatan perasaan yang menghubungkan orang-orang di seluruh dunia.
Sebagai bentuk praktik nyata, setiap siswa diberikan "Tugas Rahasia" bertajuk "Surat Pos dari Hati untuk Guru Terbaikku".
Berbeda dengan sekadar mengirim pesan singkat lewat aplikasi chatting, dalam kegiatan ini siswa diwajibkan menulis surat dengan format pos yang benar. Mulai dari pencantuman tanggal, alamat tujuan yang jelas (Kepada Yth.), salam pembuka, hingga salam penutup yang hangat.
"Kami ingin siswa tidak hanya bisa menulis pesan instan, tapi juga memahami etika surat-menyurat yang rapi dan formal, namun tetap terasa tulus dari hati," jelas tim pengelola Perpustakaan Miftahul Ilmi.
Surat-surat yang telah ditulis dengan kertas cantik dan desain kreatif ini tidak langsung diberikan kepada guru yang bersangkutan. Pustakawan MTsN 5 Sleman bertindak sebagai "Kantor Pos Internal" yang mengumpulkan dan menyortir surat-surat tersebut.
Seluruh pesan rahasia ini akan tetap tersimpan rapi hingga 25 November 2025. Pada saat perayaan Hari Guru nanti, tim perpustakaan akan mendistribusikannya secara serentak. Ini akan menjadi kado kejutan yang paling ditunggu oleh para bapak dan ibu guru, sebagai bukti bahwa jasa mereka senantiasa terukir di hati para murid.